Salahsatu bentuk product apparel asal Inggris tersebut.
Salahsatu contoh yang membuat Persisam kecewa dengan apparel saat ini adalah seringnya keterlambatan pasokan perlengkapan. Kostum tim, jaket serta jersey latihan yang sudah menjadi hak tim justru tidak seratus persen di terima.
“Harus bicara pakai taring dulu dengan distributornya di Indonesia, baru barang sampai. Kami rasa terlalu ribet kalau sistemnya seperti ini. Itupun barang yang datang lebih sedikit dari kesepakatan, alhasil kita yang dibuat repot,” jelas Fajrian, yang mengawali karirnya di Persisam melalui Pusamania.
Ditanya kabar tentang adanya tawaran dari apparel lain yang ingin masuk. Fajrian mengaku belum mengetahui hal ini secara rinci.
Seperti rumor yang didapat PusamCyber, apparel yang dimaksud tergolong perusahaan besar. Beberapa tim yang saat ini menjalin kerjasama adalah Manchester City, Sunderland, Blackburn Rovers dan Gamba Osaka (Jepang). Di Indonesia nantinya, ada sekitar 4 tim yang akan disponsori apparel yang sudah ada sejak 1350 ini. Salahsatunya dengan Persisam Putra Samarinda.
“Desas-desusnya memang ada, untuk pastinya saya harus tanya dulu dengan Direktur Operasional (H Erwin D Budiawan) jika memang nantinya ada yang mau masuk kalau itu untuk tim dan mendukung kinerja tim kenapa kita harus menolak,” ujar pria yang juga dosen disalahsatu Perguruan Tinggi di Samarinda tersebut.
Sumber : pusamania.org