Ada hal menarik dari persaingan 2 suporter tim di Kaltim yaitu Pusamania
dan Persibamania. Dimulai dari sebuah berita di situs pusamania.org http://t.co/ciYR7Go soal keinginan pusamania agar semua tim Kaltim lolos, langsung direspon oleh pusamania yg lain dengan sindiran.
Seperti diketahui saat ini persiba kesulitan dana yg memaksa mereka
harus memilih antara menjual timnya atau dibubarkn. Bahkan ada sbuah ide
“ekstrim” dari persibamania yaitu membuka rekening peduli tuk persiba
dengan harapan masyarakat Balikpapan mau turut berpartisipasi
menyisihkan sedikit uangnya tuk kelangsungan hidup persiba berkompetisi.
Entah itu direalisasikan atau tidak tapi yang pasti itu menjadi
lelucon bagi anggota pusamania seperti saya mengingat diawal musim
2010/2011 persibamania pernah mengolok-olok pusamania yang demo ke DPRD
kota Samarinda untuk memastikan anggaran kompetisi Persisam (waktu itu
masih memakai dana APBD).
Sekarang semua berbalik. Kesulitan yang pernah dialami Persisam
dirasakan sekarang oleh Persiba. Bedanya sekarang sudah tidak
diperbolehkan menggunakan dana APBD.
Disinilah letak keunikan kedua supporter. Entah siapa yang
memulai,Pusamania melalui akun twitter resminya @FCPusam “mendukung”
persibamania dengan hastag #koinpedulipersiba. Dalam sekejap tweet ini
di ritweet oleh followers @FCPusam yang buat saya jadi lucu dibaca.
Tweet ini seperti tidak mendapat respon persibamania tapi saya rasa
mereka memantau. Sampai akhirnya ada tweet dari persibamania menunjukan
foto soal keberhasilan tim persiba mendatangkan Kenji Adachihara (ex
Bontang fc) yang juga sempat menjadi incaran Persisam.
Bagi saya, foto dan tweet mereka itu seperti ingin menunjukan ke
Pusamania bahwa mereka “hebat” sudah mendatangkan seorang Kenji yang
juga jadi incaran Persisam. Walaupun niat mereka mungkin ingin
memberitakan supaya persibamania tau bahwa mereka sudah mengikat Kenji.
Tapi sudahlah itu urusan mereka dan keputusan Kenji sebagai pemain professional kemana melanjutkan karirnya.
Selanjutnya ada lelucon dari Ketum persiba yang mengatakan bahwa “Tim
dengan stadion yang dibilang kandang sapi (persiba) aja punya pemain
bintang,tunggu aja stadion batakan jd, Beckham mau main disini”
bener-bener lucu bapak ini.
Saya langsung ingat lagu grup band Peterpan berjudul Khayalan Tingkat
Tinggi. Sebuah khayalan tim yang sekarang miskin,tim yang baru bisa
berkhayal memiliki stadion bagus dengan fasilitas nomor wahid,tim yang
berkhayal bisa mendatangkan pemain level dunia,tim yang belum tau
nasibnya bisa atau tidak mengikuti kompetisi musim depan,tim yang harus
lebih keras lagi mewujudkan 5 aspek legal agar lolos verifikasi PSSI.
Yang pasti keinginan Pusamania tetap dijalur bahwa semua tim Kaltim
harus lolos verifikasi tuk main di kasta tertinggi kompetisi Indonesia.
Semoga musim depan tetap ada dinamika persaingan 90 menit di lapangan
dan cyber war di media sosial.
Sebagai penutup, saya akan mengajak untuk memberikan #koinpedulipersiba sebagai wujud dukungan kita untuk tetangga.
PERSISAMPEMATI!!!!!!
Sumber : pusamania.org