Menulis
![]() |
Apa itu menulis? Menulis adalah sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Dalam pengertian yang lain, menulis adalah kegiatan untuk menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Dengan demikian, dapat kita tegaskan bahwa pengertian menulis adalah kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis agar bisa dipahami oleh pembaca.
Menurut KBBI, pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis. Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya.
Menulis adalah aktivitas yang mempunyai tujuan. Tujuan menulis dapat bermacam-macam, bergantung pada ragam tulisan. Secara umum, tujuan menulis dapat dikategorikan sebagai berikut:
Memberitahukan atau Menjelaskan: Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan atau menjelaskan sesuatu biasa disebut dengan karangan eksposisi.
Meyakinkan atau Mendesak: Tujuan tulisan terkadang untuk meyakinkan pembaca bahwa apa yang disampaikan penulis benar sehingga penulis berharap pembaca mau mengikuti pendapat penulis.
Menceritakan Sesuatu: Tulisan yang bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian kepada pembaca disebut karangan narasi.
Mempengaruhi Pembaca: Tujuan sebuah tulisan terkadang untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca agar mengikuti kehendak penulis.
Menggambarkan Sesuatu: Sebuah tulisan digunakan untuk membuat pembaca seolah-olah melihat dan merasakan sesuatu yang diceritakan penulis dalam tulisannya.
Selain itu, tujuan menulis dapat juga ditinjau dari segi kepentingan pengarangnya. Menulis dari segi itu memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut:
Tujuan penugasan: Ada kalanya sebuah tulisan dibuat khusus untuk memenuhi tugas yang diberikan.
Tujuan estetis: Tujuan ini biasanya dianut oleh para sastrawan. Mereka menulis dengan tujuan untuk menciptakan sebuah keindahan melalui tulisan yang dapat berbentuk puisi, cerpen, ataupun novel
Tujuan penerangan: Tujuan ini terkait dengan motivasi utama si penulis yang membuat tulisan untuk memberi informasi kepada pembaca.
Tujuan pernyataan diri: Sebuah tulisan terkadang dibuat untuk menegaskan siapa diri Anda.
Tujuan konsumtif: Ada kalanya sebuah tulisan diselesaikan untuk dijual dan dikonsumsi oleh para pembaca.
Solusi
Menulis ketika mendapat ide. Tujuannya, kelancaran dalam mengemukakan gagasan. Dengan sering mengungkapkan ide, kita berlatih mengekspresikan diri. Dengan kebiasaan itu, lama kelamaan kita akan tertarik dan gemar untuk kegiatan tulis-menulis.Tulisan yang Baik dan Bagus?
Kita harus membedakan dua hal ini. Tulisan yang baik adalah tulisan yang sesuai dengan EYD, tata bahasa. Pembaca pasti senang dengan tulisan yang sesuai dengan EYD, juga tidak terlalu bertele-tele. Untuk membuat tulisan yang baik, seorang penulis harus belajar tata bahasa. Tulisan yang bagus? Ini sifatnya sangat subjektif. Tulisan yang bagus menurut satu orang belum tentu bagus menurut yang lain. Setiap penulis profesional pasti pernah menjadi pemula. Pasti pernah merasa tulisannya jelek, tapi mereka tidak pernah berhenti menulis, hingga kualitas tulisan mereka menjadi baik.
Dengan membaca buku, kita bisa tahu trik-trik menulis dari para profesional secara langsung. Bisa melihat contoh langsung dan bisa mempraktikkan sesuai dengan arahan mereka. Buku-buku tentang kepenulisan juga bisa membangkitkan semangat menulis. Semangat menulis memang sering kembang kempis. Para penulis buku memberi motivasi untuk terus menulis.
Kiat menulis:
Harus informatif dan berwawasan: harus spesifik dan relevan dengan tulisan yang di ulas dan mendeskripsikan hal yang kemungkinan dirasakan pembaca. Soroti hal yang membuat tulisan tersebut istimewa dan cobalah bagikan sesuatu yang baru dan belum diketahui.Ulasan harus mengungkapkan pengalaman unik yang ditawarkan tulisan tersebut.§ Jangan membual: Harus autentik dan sesuai kenyataan yang ada. Ulas tulisan dengan kejujuran dan membuat tulisan tersebut menarik pembaca. Cobalah untuk membuatnya seakurat mungkin.
§ Buat tulisan yang berkelas: Pembaca akan memberikan perhatian bila menulis ulasan dengan bijaksana. Jaga keterbacaan tulisan dan jangan gunakan huruf kapital atau tanda baca yang berlebihan. Gunakan tata bahasa yang baik, periksa ejaan Anda, dan jangan gunakan kata-kata yang tidak sopan. Pilih panjang ulasan yang tepat. Lakukan dengan kreatif dan bersenang-senanglah.
10 Prinsip menulis yang jelas:
1. Usahakan agar kalimat tidak terlalu panjangKalimat yang panjang cenderung membuat pembaca enggan melanjutkan sampai akhir.
2. Pilih yang sederhana daripada yang kompleks
Kalimat yang sederhana akan mempermudah pembaca memahami isi dan maksudnya.
3. Pilih kata-kata yang lazim
Sesuaikan jenis kata-kata dengan pembaca yang menjadi target tulisan kita.
4. Hindari kata-kata yang tidak perlu
kata-kata yang tidak perlu justru akan menambah bingung pembaca.
5. Beri kekuatan pada kata kerja.
6. Tulislah sebagaimana Anda berbicara.
7. Gunakan istilah yang bisa digambarkan oleh pembaca.
8. Hubungkan dengan pengalaman pembaca Anda.
9. Gunakan sepenuhnya variasi.
10. Menulislah untuk menyatakan, bukan untuk mempengaruhi.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.Sebelum EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, (sekarang Pusat Bahasa), pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan Baru pada dasarnya merupakan lanjutan dari usaha yang telah dirintis oleh panitia Ejaan Malindo. Para pelaksananya pun di samping terdiri dari panitia Ejaan LBK, juga dari panitia ejaan dari Malaysia. Panitia itu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan yang kemudian diberi nama Ejaan Baru. Panitia itu bekerja atas dasar surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan no.062/67, tanggal 19 September 1967.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Pada waktu pidato kenegaraan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdakan Republik Indonesia yang ke XXVII, tanggal 17 Agustus 1972 diresmikanlah pemakaikan ejaan baru untuk bahasa Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia. Dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972, ejaan tersebut dikenal dengan nama Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Ejaan tersebut merupakan hasil yang dicapai oleh kerja panitia ejaan bahasa Indonesia yang telah dibentuk pada tahun 1966. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan ini merupakan penyederhanaan serta penyempurnaan dari pada Ejaan Suwandi atau ejaan Republik yang dipakai sejak dipakai sejak bulan Maret 1947.
Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Untuk menulis dengan baik dan benar, pertama harus ada kemauan. Seringkali kita merasa malu karena tulisan jelek, tidak enak dibaca, tidak runtut dan sebagainya. Solusinya adalah menulis bebas dengan benar dan dengan kemauan.
Perubahan yang terdapat pada Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967), antara lain:
'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
Beberapa kebijakan baru yang ditetapkan di dalam EYD, antara lain:
Huruf f, v, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
Huruf q dan x yang lazim digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap digunakan, misalnya pada kata Furqan, dan xenon.
Awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya. Angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan.
